Tampilkan postingan dengan label Opinion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opinion. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

Pencarian Tubuh Amelia

Sudah lama saya penasaran dengan kebenaran akan kekuatan mata batin, apakah itu benar benar ada atau hanya halusinasi? Saya ingin memastikannya dengan akal sehat saya sendiri, karena saya tidak mau mempercayai hal yang tidak benar..

Tepat tadi ketika sedang di ruang laboratorium TIK seseorang yang kita kenal memiliki mata batin mengatakan pada saya bahwa ada sesosok semacam ruh yang keluar dari raganya yang sedang berjalan jalan di lab. TIK kami. Hampir semua teman-teman saya penasaran akan hal ini dan menyimaknya.. menurut data yang saya catat dan yang saya dapat darinya. Ruh itu namanya Amelia, umur sekitar 15tahun, sedang pingsan karena penyakit semacam radang otak selama kurang lebih hampir 2 hari di salah satu rumah sakit di Purworejo. Dan di katakan pula bahwa hawa kehidupannya sudah menipis.

Karena sangat penasaran dan ingin memastikannya dengan mata kepala saya sendiri. Saya mengajak seorang teman saya yang bernama Oma (ini cuma nama panggilan) untuk pergi mencari tubuh dari si Amelia itu sendiri.
Saya membuat daftar rumah sakit yang ada di kota Purworejo, skenario jika ditanya, dan sedikit data yang kami dapat tentang Amelia dari sumber yang kami dapat.

Tebat sepulang sekolah, sekitar pukul setengah 2 siang. Saya dan Oma pergi ke rumah sakit terbesar di kota saya, namanya RSUD Purworejo.

Kita mencari pasien bernama Amelia yang rumahnya Purwodadi atau Jenar. Tapi nihil.
Tanpa perlu basa basi lagi kita mencarinya di rumah sakit terbesar ke-2 di Purworejo, yaitu PKU Muhammadiyah Purworejo.






Disana pun kita mencari nama Amelia dengan alamat, namun kita tetap tidak menemukan pasien dengan ciri ciri tersebut. Saya bertanya pula tentang pasien yang sekitar beberapa hari yang lalu masuk atau pada hari itu keluar atau meninggal dengan nama Amelia, namun tetap hasilnya nihil. Gak ada sama sekali.

Setelah itu saya mencari lagi di rumah sakit Panti Waluyo tapi tetap nihil. Kemudian kami berhenti dan melihat di Rumah Sakit Permata dan Rumah sakit Aisyah Purworejo, tapi berhubung itu rumah sakit ibu dan anak, kami tidak masuk kesana. Karena menurut data Amelia terkena penyakit sejenis radang otak.

Well, sejujurnya saya tidak bisa mempercayai hal mengenai "melihat jin" atau "ruh" atau sebagainya. Saya terlalu takut untuk melenceng dari agama, saya sadar saya masihlah hamba yang berlumuran dosa dan bekum mengeri banyak tentang Islam. Tapi saya hanya berpedoman dengan apa yang saya tahu dan saya yakini.

Menurut sayah satu ayat Al Qur-an: Manusia tidak dapat melihat jin dalam bentuk yang asli karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاء لِلَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ

“Wahai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan, sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu-bapakmu dari surga; ia menanggalkan pakaiannya dari keduanya untuk memperlihatkan–kepada keduanya–‘auratnya. Sesungguhnya, ia (iblis/setan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya, Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Qs. Al-A’raf:27)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala pada ayat ini, “Sesungguhnya, ia (iblis/setan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka,” menunjukkan bahwa manusia tidak dapat melihat jin, yaitu pada bentuk mereka yang asli.


Ketika menjelaskan hadis Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu yang menangkap setan, Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, “Setan terkadang menjelma dengan berbagai bentuk sehingga memungkinkan (bagi manusia) untuk melihatnya. Firman Allah ta’ala, ‘Sesungguhnya, ia (iblis/setan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka,’ dikhususkan pada kondisi bentuknya (yang asli) yang Allah telah ciptakan.” (Fathul Bari, penjelasan hadis no. 2311)

Dari sini, kita mengetahui bahwa setan terkadang menjelma dalam bentuk manusia, hewan, atau lainnya. Demikian juga, setan itu sangat pendusta. Jangan sampai manusia tertipu olehnya.

Jika di antara pembaca ada yang memiliki opini tentang hal ini. Pro maupun Kontra, silahkan komentar ^^ terima kasih.





Jumat, 26 Oktober 2012

Perbedaan Budaya

Setiap daerah atau bangsa parti mempunyai culture/kebudayaannya sendiri. Beberapa di antaranya sudah menjadi ciri khas dari daerah tersebut. Dari sebuah wilayah bisa terdapat dua atau bahkan lebih kebudayaan yang sangat berbeda. Toleransi dan rasa saling mengerti haruslah kita miliki agar tidak terjadi konflik karena perbedaan.
Namun tidak jarang, perbedaan itu justru melahirkan berbagai macam konflik baru yang sukar di padamkan. Sifat etnosentrisme yang berlebih menciptakan sebuah kelompok yang kemudian meremehkan kelompok lain, dan menganggap kelompok sendiri lah yang lebih baik.. sifat seperti ini biasa di sebut dengan primodialisme.

Namun tidak kah kita berpikir, perbedaan tersebut jika kita padukan dan menempatkannya pada posisi yang benar, akan menciptakan sebuah keharmonisasian yang justru akan mempererat tali kebersamaan antarkelompok. Sebagai contoh, dalam sebuah musyawarah, akan ada berbagai macam pendapat yang berbeda. Ada yang sesuai dengan tujuan, ada pula yang melenceng dari tujuan musyawarah.. mungkin akan ada sedikit konflik, atau minimal sebuah brasa jengkel karena pendapat kelompoknya tidak di terima. Namun tidak kah kita berpikir, bahwa pendapat orang lain tersebut belum tentu buruk, belum tentu juga akan merugikan kita, coba lah untuk mempercayai pendapat seseorang..karena ke egoisan hanya akan merusak halaman persaudaraan. Bila mana ketika pendapat itu telah di sosialisasikan dan ternyata justru gagal, bukan kan mereka juga akan mengakui bahwa kitalah yang benar dan lebih menghargai kita? Dan jika pendapat itu memang berhasil, bukan kah kita juga yang akan memanen hasilnya?

Semua itu hanya di butuhkan sebuah kesabaran dan waktu. Kebenaran pasti akan datang ketika saatnya telah tiba, bersifat terbuka namun tetap dengan filtrasi akan membuat kita jauh lebih jernih dan bermutu. Layaklah bagi kita untuk mendapatkan yang terbaik sesuai dengan hasil usaha kita. Kebersamaan pun akan memberi warna yang jauh lebih indah dari apa yang kita bayangkan.

Semoga Berguna :)

Kamis, 25 Oktober 2012

Childish



Childish atau sifak kekanak-kanakan tentu sering kita jumpai. Tingkat childish seseorang relatif, artinya tingkat childish seseorang berbeda tergantung orang yang menilai.
Childish bisa terjadi karena didikan sejak dini ataupun faktor yang lain.

Terkadang childish di angggap sangat mengganggu, namun tidak jarang hal ini di anggap sebagai sebuah point plus bagi seseorang.
Namun taraf childish kita juga tidak baik jika terlalu over, perhatikanlah juga suasana dan situasi yang terjadi.
Namun bukan berarti kita dapat men-judge seseorang karena sifat childishnya, karena kepribadian orang memang sangat beragam.

Haruslah kita pintar-pintar menilai sesuatu dan memanfaatkannya pada kotak yang benar, berpikirlah positif dan terbuka. Semua kekurangan selalu mempunyai kelebihan yang nyata, hanya perlu memahami dan bersabar.

Semoga Berguna.. :) :)

Rabu, 24 Oktober 2012

Plagiarisme dan Swaplagiarisme

Plagiarisme atau yang biasa di sebut dengan plagiat adalah menjiplak atau mengambil karangan, pendapat, atau sebagainya dari orang lain dan mengklaimnya sebagai karangan dan hasil karya kita sendiri.
Plagiat termasuk tindakan pidana karena termasuk mencuri hak cipta orang lain. Pelaku plagiat di sebut dengan plagiator.

Dunia plagiarisme sering kita temui pada karya tulis dan seni. Tindakan yang dapat di golongkan menjadi tindakat plagiat antara lain:

  1. Mengutip sebuah pendapat/karya tanpa menyebutkan sumber aslinya
  2. Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisannya sendiri
  3. Mengakui karya kelompok sebagai karya atau hasil cipta sendiri
  4. Mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi sumber yang jelas
  5. dll
Plagiarisme dan Swaplagiarisme
Swaplagiarisme adalah menggunakan kembali sebagian atau seluruh karya tulis itu sendiri tanpa memberikan sumber aslinya.Menemukan swaplagiarisme sering kali sulit di temukan karena masalah hukum yang bersifat fair use. Badan hukum yang menangani masalah swaplagiarisme seperti Association for Computing Machinery.